=== Bidang Politik ===
Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Soeharto telah banyak mempengaruhi sejarah Indonesia. Dengan pengambil alihan kekuasaan dari Soekarno, Soeharto dengan dukungan dari [[Amerika Serikat]] memberantas paham [[komunisme]] dan melarang pembentukan partai komunis. Dijadikannya [[Timor Timur]] sebagai provinsi ke-27 (saat itu) juga dilakukannya karena kekhawatirannya bahwa partai [[Fretilin]] (”Frente Revolucinaria De Timor Leste Independente” /partai yang berhaluan sosialis-komunis) akan berkuasa di sana bila dibiarkan merdeka. Hal ini telah mengakibatkan menelan ratusan ribu korban jiwa sipil. Baca entri selengkapnya »
Beberapa Warisan Pak Harto Buat Bangsa Indonesia???
Maret 21, 2008Wow Rumah Abadi Pak Harto Sangat Megah
Maret 21, 2008Astana Giribangun adalah sebuah mausoleum bagi keluarga mantan presiden Indonesia ke-2, Suharto. Lokasinya berada di sebelah timur kota Surakarta, Indonesia, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta.
Bangunan
Makam ini dibangun di atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram. Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter dpl, sedangkan Giribangun pada 666 meter dpl. Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, MN II, dan MN III.
Pemilihan posisi berada di bawah Mangadeg itu bukan tanpa alasan; untuk tetap menghormat para penguasa Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegoro III. Komplek makam ini memiliki tiga tingkatan cungkup (bangunan makam): cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh. Baca entri selengkapnya »
Ramai – Ramai Buat Seminar Demi Sertifikasi Guru
Maret 5, 2008Penilaian sertifikasi lewat portofolio dianggap tidak efektif. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya pelaksanaan seminar sehari yang ditujukan buat para guru dan penilaian ini membuat guru beramai-ramai mengikuti seminar demi sertifikat. Padahal, meskipun materi yang disampaikan dalam seminar itu belum tentu sesuai dengan kebutuhan guru. Belum lagi dengan mengikuti seminar pada hari sekolah, guru berpotensi menelantarkan siswanya. contoh yang paling konkrit terjadi pada hari minggu tanggal 2 di TTUC cimahi diadakan sebuah seminar yang penulis lupa siapa yang melaksanakan seminarnya, hal yang paling lucunya adalah seminarnya belum dilaksanakan tetapi sertifikatnya sudah diberikan kepada guru yang telah mendaftar. oleh karena itu perlu ada sebuah koreksi dari pemerintah mengenai prasyarat pelaksanaan seminar yang dijadikan lahan oleh sebagian orang untuk mengais rezeki dari guru – guru yang butuh sertifikat guna menunjang perolehan nilai dalam portofolionya
Ditulis oleh eriawankamil
Ditulis oleh eriawankamil
Ditulis oleh eriawankamil