April 23, 2008
Google…
unik namanya, unik sejarahnya
Siapa yang tak kenal dengan Google. Bagi semua peselancar dunia cyber pasti sudah sangat akrab dengan Om Google ini. Google sangat terkenal dengan mesin pencari di rimba belantara dunia maya. Yang perlu dilakukan hanyalah mengetik kata sandi yang diinginkan maka Om Google akan melacak dan mencari informasi apapun yang diinginkan.
Google dengan dua “o” pun unik, sebab jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah “o” akan muncul sebanyak Web yang didapat oleh mesin pencari.
Kata Google berasal dari kata Googlo. Kata itu diciptakan oleh Milton Sirotta, Ponakan Edward Kasner seorang ahli Matematika dari AS. Sirotta membuat istilah Googlo untuk menyebutkan angka 1 (satu) yang diikuti 100 angka 0 (nol), Oleh karena itu penggunaan kata Google merupakan Refleksi dari kata Googlo.
Tapi tahukan Anda, Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
TULISAN |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Maret 21, 2008
Astana Giribangun adalah sebuah mausoleum bagi keluarga mantan presiden Indonesia ke-2, Suharto. Lokasinya berada di sebelah timur kota Surakarta, Indonesia, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta.
Bangunan
Makam ini dibangun di atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram. Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter dpl, sedangkan Giribangun pada 666 meter dpl. Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, MN II, dan MN III.
Pemilihan posisi berada di bawah Mangadeg itu bukan tanpa alasan; untuk tetap menghormat para penguasa Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegoro III. Komplek makam ini memiliki tiga tingkatan cungkup (bangunan makam): cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Maret 16, 2008
“Mau nerusin ke mana setelah SMU ?” Mungkin itu yang ada di benak siswa-siswi yang udah kelas tiga SMU. Pertanyaan klasik yang susah untuk dijawab. Karena saat ini sudah banyak sekali perguruan tinggi baik swasta maupun negeri yang ada di Indonesia. Nah, untuk memudahkan kamu yang akan lulus, simak tips berikut untuk memilih perguruan tinggi.
MINAT
Faktor utama yang harus diketahui adalah minat kamu sendiri. Kalo kamu sudah tahu minat kamu ingin melanjutkan ke program studi apa, akan semakin memudahkan kamu memilih perguruan tinggi dan yang lebih penting kamu akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studimu.
BIAYA
Seringkali universitas yang kita inginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orangtua kita. Kuliah di Perguruan Tinggi memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, dan lain-lain. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi jika kita harus kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat kamu akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus kamu tanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan kamu tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama ortu agar ortu tidak kalang kabut mencari biaya setelah kamu kuliah di tempat tersebut. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Tips Memilih Perguruan Tinggi |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Maret 5, 2008
Penilaian sertifikasi lewat portofolio dianggap tidak efektif. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya pelaksanaan seminar sehari yang ditujukan buat para guru dan penilaian ini membuat guru beramai-ramai mengikuti seminar demi sertifikat. Padahal, meskipun materi yang disampaikan dalam seminar itu belum tentu sesuai dengan kebutuhan guru. Belum lagi dengan mengikuti seminar pada hari sekolah, guru berpotensi menelantarkan siswanya. contoh yang paling konkrit terjadi pada hari minggu tanggal 2 di TTUC cimahi diadakan sebuah seminar yang penulis lupa siapa yang melaksanakan seminarnya, hal yang paling lucunya adalah seminarnya belum dilaksanakan tetapi sertifikatnya sudah diberikan kepada guru yang telah mendaftar. oleh karena itu perlu ada sebuah koreksi dari pemerintah mengenai prasyarat pelaksanaan seminar yang dijadikan lahan oleh sebagian orang untuk mengais rezeki dari guru - guru yang butuh sertifikat guna menunjang perolehan nilai dalam portofolionya
Tidak ada komentar » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Februari 13, 2008
Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan.
Hal ini berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap materi pelajaran PKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis tetapi hanya bersifat politis atau alat indoktrinasi untuk kepentingan kekuasaan pemerintah. Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method.
Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa, akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan; sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Model Pembelajaran PKn |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Februari 2, 2008
Ketenaran?
Kekayaan?
Kehormatan?
Menjadi seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar, seluruh hidupnya seharusnya digunakan untuk menjadi pelayan bagi masyarakat yang di pimpinnya. Apalagi dengan semua peraturan yang saat ini telah dibuat oleh pemerintah, seorang pemimpin dituntut untuk berhati-hati dalam menetapkan semua kebijakan. Apabila, ketenaran yang dicari akan lebih baik bila menjadi pemain sinetron atau bintang film. Apabila kekayaan yang dicari lebih baik menjadi pedagang atau pengusaha. Dan apabila mencari kehormatan, maka jadikan semua tindakan dan tingkah laku tidak melanggar norma yang beredar di masyarakat dan yang telah di tetapkan oleh agama.
Mungkin ada faktor lain, mengapa harus memperebutkan kekuasaan. Namun, bagi saya kekuasaan hanyalah penghambat bagi diri saya untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri karena kekuasaan akan membatasi waktu kita dengan hal-hal yang monoton dan menjemukan.
Tidak ada komentar » |
Apa yang Sebenarnya Dicari Dengan Kekuasaan |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil
Januari 29, 2008
Peraturan di sebuah sekolah berbunyi: Apabila seorang guru terlambat masuk kelas selama 15 menit, kelas akan dibubarkan. Seorang guru tiba lebih awal untuk mengajar pada pukul 09.00. Dia meletakkan topinya di atas meja, lalu pergi ruang guru.
Tanpa disadari, waktu sudah menunjukkan pukul 09.10. Saat dia tiba dikelas, ternyata sudah kosong.
Keesokan harinya, dia memberi peringatan kepada seluruh murid. “Jika topi saya di sini, tandanya saya berada disini!”. Pada hari berikutnya, guru tersebut tiba di kelas pukul 09.00. Begitu dia memasuki kelas, yang didapatinya adalah 32 topi di atas 32 meja,dan tak seorangpun murid tampak batang hidungnya. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
CELOTEH |
Permalink
Ditulis oleh eriawankamil